Damar
merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dikenal,
yaitu suatu getah yang merupakan senyawa polysacarida yang dihasilkan
oleh jenis-jenis pohon hutan tertentu. Sampai saat ini damar cukup
banyak digunakan orang antara lain untuk bahan vernis, bahan penolong
dalam pembuatan perahu dan yang terpenting adalah sebagai pembungkus
kabel laut/ tanah. Damar dihasilkan oleh jenis-jenis pohon dari genus:
Hopea, Balonocarpus, Vatica, Canoriurn, dan Agathis.
Sejarah Damar/Resin
Resin,
cairan getah lengket yang dipanen dari beberapa jenis pohon hutan,
merupakan produk dagang tertua dari hutan alam Asia Tenggara. Spesimen
resin dapat ditemukan di situs-situs prasejarah, membuktikan bahwa
kegiatan pengumpulan hasil hutan sudah sejak lama dilakukan. Hutan-hutan
alam Indonesia menghasilkan berbagai jenis resin. Terpentin (resin
Pinus) dan kopal (resin Agathis) pernah menjadi resin bernilai ekonomi
yang diperdagangkan dari Indonesia sebelum Perang Dunia II.
Damar
adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk menamakan resin
dari pohon-pohon yang termasuk suku Dipterocarpaceae dan beberapa suku
pohon hutan lainnya. Sekitar 115 spesies, yang termasuk anggota tujuh
(dari sepuluh) marga Dipterocarpaceae menghasilkan damar. Pohon-pohon
dipterokarpa ini tumbuh dominan di hutan dataran rendah Asia Tenggara,
karena itu damar merupakan jenis resin yang lazim dikenal di Indonesia
bagian barat. Biasanya, damar dianggap sebagai resin yang bermutu rendah
dibanding kopal atau terpentin.
Ada
dua macam damar yang dikenal umum, dengan kualitas yang jauh berbeda.
Pertama adalah damar batu, yaitu damar bermutu rendah berwarna coklat
kehitaman, yang keluar dengan sendirinya dari pohon yang terluka.
Gumpalan-gumpalan besar yang jatuh dari kulit pohon dapat dikumpulkan
dengan menggali tanah di sekeliling pohon. Di seputar pohon-pohon
penghasil yang tua biasanya terdapat banyak sekali damar batu. Kedua,
adalah damar mata kucing; yaitu damar yang bening atau kekuningan yang
bermutu tinggi, sebanding dengan kopal, yang dipanen dengan cara melukai
kulit pohon. Sekitar 40 spesies dari genus Shorea dan Hopea
menghasilkan damar mata kucing, di antaranya yang terbaik adalah Shorea
javanica dan Hopea dryobalanoides.
Manfaat Damar
Memang tidak
banyak yang tahu tentang damar. Padahal, dari pohon damar bisa diambil
banyak manfaat. Kayu pohon damar bisa dipakai untuk perahu boat.
Kekuatannya tangguh, tapi memiliki bobot yang ringan. Batangnya yang
tegak lurus itulah membuat kayu dari pohon damar pun banyak yang
lurus-lurus. Sedangkan daunnya lebar, lonjong tapi pipih. Biasa
kayu pohon damar juga dijadikan bahan pembuat kertas, alat rumahtangga,
alat musik dan alat olahraga. Dalam bahasa ahli bangunan, kualitas kayu
pohon damar termasuk kualitas IV, dan kekuatannya kelas III. Sedangkan
getahnya bisa diambil untuk bahan cat, kosmetik, plastik, vernis, bahkan
korek api. Tumbuhnya
damar ada Sebagian besar tumbuh di hutan primer. Itu antara lain banyak
ditemukan di kawasan hutan Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi,
Kalimantan, dan Irian Jaya. Memiliki rata-rata ketinggian 50 meter,
diameternya rata-rata 2 meter. Yang
paling diburu orang dari damar adalah getahnya. Getah damar ini
mengandung unsur kimia resin yang juga bisa berkasiat untuk obat gosok.
Selain itu juga bisa dipakai untuk bahan pengawet binatang bahkan
tumbuh-tumbuhan.
Ada
beberapa jenis getah damar yang menjadi buruan orang, yakni damar mata
kucing, damar batu, damar hitam dari jenis meranti, juga damar resak.
Saat ini, jenis-jenis itu yang banyak dimanfaatkan orang adalah jenis
damar batu dan mata kucing yang merupakan salah satu produk andalan
ekspor yang banyak diperoleh diantaranya di pulau Sumatera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbisnis juga Beribadah, maka hindari sesuatu yang bisa menyakiti dan merugikan.